10.452 Siswa Miskin Dapat Bantuan Beasiswa

file server jardiknas

Medan () – Sedikitnya 10.452 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berasal dari keluarga kurang mampu di Sumatera Utara akan mendapat beasiswa miskin dari pemerintah dengan besaran anggaran Rp65 ribu per bulan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Tinggi (Dimenti), Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Latifah, di Medan, Senin, mengatakan pihaknya akan menyalurkan bantuan beasiswa miskin kepada sepuluh ribuan siswa tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah itu.

“Jumlah siswa SMK di Sumut tercatat sebanyak 261.323 orang. Yang mendapat beasiswa miskin yakni empat persen dari jumlah itu. Jadi jumlahnya sekitar sepuluh ribu lebih yang mendapat beasiswa miskin,” katanya.

Ia mengatakan, beasiswa tersebut diberikan kepada siswa miskin selama setahun dengan besaran dana Rp65 ribu per bulan. Namun demikian, kata dia, penyelurannya belum bisa dilakukan karena Disdik Sumut masih menunggu proposal yang akan diajukan oleh kabupaten/kota.

“Kita juga masih dalam tahap sosialisasi kepada kabupaten/kota. Sosialisasi tahap pertama sudah kita lakukan pada Mei lalu dan diikuti 396 peserta. Sementara sosialisasi tahap kedua juga akan dilakukan pada awal Juni ini dengan target peserta 380,” katanya.

Ia mengatakan, dana beasiswa yang berasal dari APBN itu juga dianggarkan untuk bantuan bantuan praktik siswa SMK dengan jumlah Rp60.000 per siswa dalam setahun dan diperuntukkan bagi 223.000 siswa SMK di Sumut.

“Bantuan praktek ini diperuntukkan untuk mendukung operasional kegiatan siswa, khususnya sarana dan prasarana. Misalnya, melengkapi laboratorium atau pendukung belajar siswa,” katanya.

Pada tahun lalu, katanya, anggaran bantuan praktik kepada siswa jenjang SMK sebesar Rp120.000 per siswa untuk setahun. Namun pada tahun ini, pemerintah pusat hanya menganggarkan Rp60.000 per siswa dalam setahun dengan target jumlah total siswa yang sama.

Kepala Sekolah SMK 2 Medan, Sukardi, mengatakan pihaknya juga sudah mengetahui informasi soal dana bantuan siswa miskin tersebut. Pihaknya mendapat kuota sebanyak 70 orang dari total siswa di sekolah itu sebanyak 1.600.

“Saat ini kita sedang mengajukan dan masih menyusun berkas. Proses pencairannya bisa disalurkan ke rekening siswa langsung tapi bisa juga melalui rekening sekolah dengan catatan harus ada surat kuasa,” katanya.
edukasi antara

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply