Advertisement

Menristek Dikti: Mahasiswa Kabanjahe jangan terganggu erupsi Sinabung

Medan ( ) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Mnristek Dikti) Muhammad Nasir mengharapkan, perkuliahan mahasiswa di Kabanjahe jangan sampai terganggu akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

“Biarkan bencana alam sejak 2010 hingga 2015 ini terus berlangsung, namun pendidikan mahasiswa yang berasal dari daerah Karo tetap berjalan, aman dan, lancar, serta tidak ada kendala,” kata Nasir di Universitas Negeri Medan, Kamis.

Hal tersebut dikatakan Menristek Dikti dalam sambutannya ketika menyerahkan bantuan biaya pendidikan mahasiswa terkena dampak erupsi Sinabung, beasiswa Bidikmisi, dan Afirmasi.

Menristek mengatakan, menimba ilmu di perguruan tinggi adalah bekal untuk masa depan agar dapat hidup lebih baik, bahagia, dan sejahtera.

Oleh karena itu, mahasiswa tersebut diharapkan tidak bermalas-malasan untuk belajar karena akan merugikan masa depan dan menimbulkan potensi kemiskinan bagi keluarga.

“Melalui kerja keras, apa yang kita cita-citakan akan dapat terkabul,” kata Nasir.

Ia menyebutkan, bencana erupsi Gunung Sinabung itu memang mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, lumpuhnya perekonomian, serta hancurnya rumah milik warga.

Namun, pemerintah memiliki kepedulian yang cukup tinggi dengan memperhatikan kehidupan mahasiswa yang terimbas bencana erupsi Gunung Sinabung.

Bantuan biaya pendidikan mahasiswa yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung diberikan dengan skema beasiswa Bidikmisi berupa santunan Rp1 juta per bulan per mahasiswa dengan rincian untuk biaya pendidikan senilai Rp400.000 per bulan per mahasiswa yang diberikan langsung ke perguruan tingginya.

Kemudian, bantuan biaya hidup sebesar Rp600 ribu per bulan per mahasiswa yang diberikan langsung kepada mahasiswa yang menerimanya.

Nasir menjelaskan, bantuan biaya pendidikan mahasiswa yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung telah diberikan mulai tahun 2014 untuk 582 mahasiswa.

“Untuk tahun 2015 ini, Pemerintah Kabupaten Karo telah mengajukan sebanyak 927 mahasiswa, dan saat ini sedang proses pengumpulan administrasi,” kata mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

edukasi antara

Related Sites

    
OK