SNMPTN 2011 Terapkan Mekanisme Hindari Perjokian

file server jardiknas

Jakarta () – Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 menerapkan mekanisme baru untuk mengantisipasi adanya praktik perjokian dengan membuat tipe soal berbeda berdasarkan pengelompokan tahun kelulusan, kata Ketua Panitia SNMPTN Herry Suhardiyanto.

“Pengelompokan ujian dibedakan menjadi dua yaitu bagi peserta yang memiliki ijazah tahun 2009 atau 2010 dengan peserta yang memiliki ijazah tahun 2011. Sudah kita kaji betul modus operandi (perjokian). Kita sudah putuskan melalui rapat para rektor untuk membuat komposisi soalnya berbeda,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Jakarta, Jumat malam.

Herry meminta agar seluruh siswa SMA kelas 12 lulusan tahun 2011, yang akan ikut ujian SNMPTN, untuk mempersiapkan diri dengan baik. “Jangan tergiur pihak-pihak yang menawarkan jasa joki,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso menyampaikan, daya tampung SNMPTN 2011 sebanyak 108.535 dari 60 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia naik dari tahun lalu sebanyak 82 ribu.

“Kenaikan daya tampung disebabkan berdirinya universitas negeri baru, pembukaan program studi baru, dan adanya kuota 60 persen penerimaan mahasiswa baru harus lewat SNMPTN,” ujarnya.

Adapun daya tampung jalur undangan, yang segera diumumkan pada 18 Mei, sebanyak 53.790 orang dengan jumlah pendaftar sebanyak 233 ribu orang.

Pendaftaran SNMPTN 2011 jalur Ujian Tertulis dibuka mulai 2 Mei 2011. Bagi para lulusan sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMA/MA/SMK/MAK) atau bentuk lain yang sederajat tahun ijazah 2009 atau 2010 dapat mendaftar sampai dengan 10 Mei 2011 pukul 24.00 WIB. Adapun bagi lulusan tahun ijazah 2011 dapat mendaftar sampai dengan 25 Mei 2011 pukul 24.00 WIB.

Sebelum melakukan pendaftaran, calon peserta terlebih dahulu harus membaca dengan cermat panduan peserta yang ada di laman http://www.snmptn.ac.id. Calon peserta mencatat kode panitia lokal (Panlok) tempat mengikuti ujian. Selanjutnya, peserta membayar biaya Ujian Tertulis sesuai dengan kelompok ujiannya. Pembayaran dilakukan melalui loket/ATM/e-banking/SMS Bank Mandiri.

Koordinator Penyusunan Soal SNMPTN Suparno menyampaikan, sejak SNMPTN dilaksanakan kekhasan soal yang disusun oleh panitia adalah soal yang berciri prediktif. “Modal dasarnya adalah kemampuan hasil belajar, tetapi bukan tes pencapaian hasil belajar,” katanya.

Suparno mengatakan, kelompok ujian meliputi IPA, IPS, dan IPC. Adapun bidang studi yang diujikan meliputi tes potensi akademik, tes potensi bidang studi dasar, tes IPA, dan tes IPS.

Suparno menyebutkan, ada delapan set soal untuk para calon lulusan tahun 2011 dan ada enam set untuk lulusan 2009 dan 2010. “Itu berarti ada perbedaan tes yang disiapkan antara lulusan tahun 2009 dan 2010 dengan lulusan 2011. Pada tahun ini juga ada pengelompokan ujian,” ujarnya.(*)
(T.Z003/Z002)
edukasi antara

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply